Sukses Meraih Income di Internet Tanpa Produk

TIPS JADI ORANG SUKSES DARI A SAMPAI Z

Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja.

Peran EQ (Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar
EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga
diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.






Yuk kita lihat apa maksudnya :

A : Accept.
Terimalah diri Anda sebagaimana adanya.

B : Believe.
Percayalah terhadap kemampuan Anda untuk meraih apa yang Anda inginkan dalam hidup.

C : Care.
Pedulilah pada kemampuan Anda meraih apa yang Anda inginkan dalam hidup.

D : Direct.
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

E : Earn.
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang lebih baik

F : Face.
Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

G : Go.
Berangkatlah dari kebenaran.

H : Homework.
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.

I : Ignore.
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan Anda mencapai tujuan.

J : Jealously.
Rasa iri dapat membuat Anda tidak menghargai kelebihan Anda sendiri.

K : Keep.
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

L : Learn.
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

M : Mind.
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.

N : Never.
Jangan terlibat skAndal seks, obat terlarang, dan alkohol.


O : Observe.
Amatilah segala hal di sekeliling Anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain.

P : Patience.
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat Anda terus berusaha.

Q : Question.
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

R : Respect.
Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

S : Self confidence, self esteem, self respect.
Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri akan membebaskan kita dari saat-saat
tegang.

T : Take.
Bertanggung jawab pada setiap tindakan Anda.

U : Understand.
Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan Anda.

V : Value.
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang lebih baik tiap saat.

W : Work.
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdoa.

X : X'tra.
Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

Y : You.
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Z : Zero.
Usaha nol membawa hasil nol pula

MENYUSUN RENCANA BISNIS YANG BAIK

Rencana bisnis yang baik, harus dapat menjelaskan 4 (empat) bagian penting berikut:

A. Gambaran usaha (description of the business)


B. Pemasaran (marketing plan)


C. Keuangan (financial management plan)


D. Manajemen (management plan)




Agar lebih meyakinkan, akan lebih baik bila rencana bisnis dilengkapi dengan executive
summary, dokumen pendukung dan proyeksi keuangan.

A. Gambaran Usaha

Gambaran usaha harus dapat menjawab pertanyaan :

1. Usaha apa yang akan dilakukan?

2. Siapa yang akan mengelolanya?

3. Kapan, dimana dan bagaimana usaha itu dijalankan?

4. Apa yang membuat usaha itu unik dibandingkan pesaing?

Pada umumnya, gambaran usaha terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:

Gambaran umum usaha

a. Legalitas : bentuk usaha serta ijin-ijin yang dimiliki

b. Tipe usaha : perdagangan, perindustrian, jasa

c. Usaha baru, pengambil-alihan, pengembangan, atau waralaba (franchise)

d. Prospek dan kemungkinan pengembangannya

e. Kapan, dimana dan bagaimana pelaksanaannya

f. Latar belakang pemilik dan pengelola

Produk atau jasa yang ditawarkan

a. Jenis produk atau jasa yang dihasilkan

b. Keunggulan produk atau jasa tersebut

c. Masukan dari pelanggan dan calon pelanggan

d. Antisipasi terhadap kemungkinan persaiangan produk atau jasa


Lokasi usaha, dan mengapa lokasi tersebut dipilih

a. Persyaratan lokasi

b. Ruang atau lingkungan yang diperlukan

c. Akses ke lokasi



B. Rencana Pemasaran

Pemasaran memainkan peranan penting bagi kesuksesan usaha. Kunci utamanya, kita harus
memahami kebutuhan atau keinginan pasar (pelanggan).

Oleh sebab itu, strategi pemasaran harus benar-benar matang dan bisa menjawab pertanyaan
berikut:

• Siapa target pasar yang dibidik?


• Pasar seperti apa yang dihadapi? Sedang berkembang, statis atau menurun?


• Apakah pangsa pasar dapat ditingkatkan?


• Bagaimana cara menarik pelanggan, mempertahankan pelanggan, serta meningkatkan
pangsa pasar?




Dalam rencana pemasaran, kita juga perlu memperhatikan:

 * Pesaing atau kompetitor

• Siapa 5 (lima) besar pesaing langsung yang dihadapi?


• Adakah pesaing tak langsung yang akan dihadapi?


• Bagaimana kondisi usaha mereka?


• Apa yang dapat dipelajari dari operasi mereka?


• Apa kelemahan dan keunggulan mereka?


• Apa perbedaan, keunggulan dan kelemahan produk atau jasa yang mereka tawarkan?




 * Strategi harga

• Harga dan biaya retail


• Harga pasar rata-rata


• Harga dibawah pasar, diatas pasar dan kemungkinan adanya harga bertingkat




 * Iklan dan promosi



C. Rencana Keuangan

Keuangan adalah "nyawa" dari usaha. Oleh sebab itu, kita harus mempersiapkannya secara
matang dan bijaksana.

Untuk keberhasilan usaha, perhatikan hal-hal berikut:


 * Anggaran harus realistis

 * Anggaran harus mencakup dana riil yang diperlukan untuk memulai usaha (start-up cost) dan
dana untuk operasional sehari-hari (operational cost)

 * Operating budget minimal harus dibuat untuk jangka waktu 3 hingga 6 bulan pertama

 * Bagian keuangan harus mencantumkan dana-dana luar yang dipakai, peralatan yang dimiliki
dan daftar supplier atau pelanggan, neraca, analisa Break Even Point, proforma proyeksi laba
rugi, dan proforma arus kas (cashflow) usaha

 * Proyeksi laba rugi dan cashflow harus dibuat paling tidak untuk 3 tahun kedepan

 * Rencana yang dibuat harus dilengkapi penjelasan seluruh proyeksi yang dibuat, dan asumsi-
asumsi yang dipakai



D. Rencana Manajemen

Rencana manajemen yang dibuat harus dapat menjawab hal-hal berikut:

 * Apakah Anda mampu menjalankan usaha sendiri?

 * Bagaimana pengalaman dan kemampuan (skill) yang dimiliki dapat membantu usaha yang
akan dijalankan?

 * Apa kelemahan Anda dan bagaimana mengatasinya?

 * Siapa yang akan duduk dalam tim manajemen perusahaan? Apa kekuatan dan kelemahan
mereka?

 * Apa jabatan mereka? Bagaimana tugasnya?

 * Apakah ada rencana penambahan karyawan?

 * Bagaimana standar gaji, bonus, dan lain-lain?

 * Apakah Anda mengerti peraturan perburuhan?

MEMBUAT RENCANA BISNIS

Menemukan ide bisnis merupakan anugerah yang tidak terhingga, karena dalam realitasnya tidak
gampang menemukan ide bisnis. Namun jika ide hanya sebatas bayang-bayang, Anda tetap
tidak akan bisa merealisasikannya dalam bisnis yang nyata.

Para wirausahawan top yang kini namanya muncul di berbagai media bisnis, seringkali tidak
pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan
bahwa kalau mau berwirausaha tidak usah membuat rencana macam-macam, nanti malah
kandas di tengah jalan.

Mungkin banyak yang membuat rencana macam-macam tapi rencana cuma sebatas rencana,
sehingga realisasinya memang nol besar. Kalau ini yang terjadi tentu anggapan di atas menjadi
benar. Padahal dalam teorinya, bisnis sekecil apapun tetap memerlukan perencanaan untuk
dapat merealisasikan ide bisnis yang lebih matang.

Tujuan membuat rencana bisnis adalah untuk memastikan jalannya operasi bisnis yang tepat dan
memberikan dorongan pada rencana-rencana departemen atau divisi. Selain itu juga untuk
memutuskan rute yang diperlukan organisasi dalam mencapai tujuannya sekaligus menentukan
standar untuk mementukan kinerja bisnis. Yang tidak kalah penting adalah untuk memperoleh
dukungan dari konsumen, investor bahkan pihak-pihak lainnya.

Dalam perspektif Philip Kotler, setidaknya ada beberapa prosedur standar untuk dapat
merealisasikan ide bisnis yang benar dalam bentuk rencana bisnis untuk merealisasikan bisnis.
Yaitu : pembangkitan gagasan, penyaringan, pengembangan dan pengujian konsep, strategi
pemasaran, analisa bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi.

Dengan kata lain, rencana bisnis untuk merealisasikan ide memang menjadi hal yang sangat
penting dalam bisnis. Boleh saja ide yang diperoleh sangat brilliant dan luar biasa, tetapi tetap
saja harus dikaji dalam berbagai hal, terutama aspek ekonomis, teknis, dan masa depannya.

Aspek ekonomis. Aspek ini mencakup analisis pasar, penjualan, biaya produksi, maupun profit
margin.Faktor ini sangat penting, karena mempengaruhi tingkat keputusan untuk merealisasikan
ide menjadi bisnis yang sesungguhnya. Aspek ini akan mengkaji sejauh mana tingkat
keuntungan yang diperoleh, dengan daya serap pasar yang ada dan kemampuan memiliki modal
untuk menjalankan operasional bisnis. Meskipun idenya luar biasa, tetapi kalau dalam
perhitungannya merugi, ya buat apa ? Karena itu, Anda harus paham betul, bagaimana Anda
menghasilkan income, dan berapa biaya yang akan dikeluarkan.

Aspek teknis. Aspek ini sangat penting untuk mengukur kemampuan untuk menjalankan bisnis
dengan baik. Apakah dengan modal yang ada, sudah mampu memproduksi barang atau jasa
yang bisa dijual ? bagaimana dengan kemampuan sumber daya manusianya ? apakah semua
kekuatan yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah yang lebih baik kepada konsumen
dibandingkan dengan usaha-usaha sejenis lainnya ? Suatu rencana bisnis yang baik, akan
memberikan peluang yang lebih baik, sekaligis meminimalisasi kemungkinan kegagalan bisnis.

Masa depan bisnis. Aspek ini akan mengkaji lebih komprehensif mengenai masa depan bisnis
Anda. Jangan sampai, kita tahu bahwa bisnis yang digeluti adalah bisnis musiman, namun
perencanaan yang diterapkan adalah untuk bisnis yang permanent. Ini tentu nantinya akan
menganggu aspek teknis. Belum lagi dengan harapan-harapan konsumen yang selalu akan lebih
maju dan up to date. Apakah mampu bisnis yang kita jalankan nanti menyerap pasar seperti ini ?


Inilah aspek penting yang harus diperhatikan secara seksama dan dituangkan dalam rencana
bisnis.

Sekali lagi, Anda jangan percaya dengan saran yang berkata “lupakan rencana bisnis, cukup
jalankan saja,” karena Anda bisa kejeblos ke hutan belantara bisnis yang serba tidak pasti. Lebih
baik jika Anda menguji kelayakan rencana bisnis Anda kepada orang-orang yang lebih sukses
dan lebih berpengalaman dalam bisnis, dan kemudian Anda menjadi sukses. Semoga!

BUSINESS WISDOM : Kunci penting menuju kesuksesan bisnis adalah dengan memahami
kesuksesan bisnis dan menirunya. Tenggelamkan diri Anda dalam buku-buku dan majalah-
majalah kewirausahaan serta bisnis. Lihatlah bagaimana para entrepreneur bekerja, perhatikan
apa yang mereka katakan, dan tirulah. Tidak ada waktu untuk menemukan kembali roda bisnis.
(Kevin Potts & Steven Straus, konsultan bisnis terkemuka).

MENGGALI IDE BISNIS

Titik awal keberhasilan seorang wirausahawan berawal dari penggalian ide bisnis. Banyak kisah
para pebisnis yang konsisten menggeluti bisnis yang “tidak dianggap” sebelumnya, kini menjadi
pebisnis sukses yang namanya diperhitungkan. Bagaimana kiat menggali ide bisnis ?

Menggali ide bisnis bukanlah perkara yang gampang. Ketika seorang calon wirausahawan
berpikir : saya akan berbisnis apa ? Saat itulah persoalan menggali ide bisnis mulai muncul.
Belum lagi pertanyaan : apakah produk yang saya jual, akan menghasiklan uang ? Dan,
pertanyaan selanjutnya : jasa apa yang akan ditawarkan yang bisa memberikan pendapatan
yang lebih besar ?

Secara teoritis, ide bisnis bisa digali dari apa yang bisa dilihat, didengar dalam kehidupan kita
sehari-hari. Bahkan pakar ekonomi telah membagi kebutuhan manusia menjadi berbagai jenis
kebutuhan mulai yang bersifat primer, sekunder, sampai tertier. Ide bisnis bisa dipilih dari upaya
pemenuhan kebutuhan manusia tersebut.

Persoalannya, bagi mereka yang sama sekali belum pernah berbisnis, mencari ide-ide bisnis
yang bisa memberikan penghasilan alternatif bukanlah perkara yang gampang, meskipun bukan
hal yang mustahil untuk diperoleh. Diperlukan kemauan keras untuk memupuk jiwa
kewirausahaan, mau belajar hal-hal baru, mau mencari peluang, berani mencoba formula bisnis,
dan tentu saja belajar mengelola resiko.

Memang, seringkali ide bisnis mengalir begitu saja ketika kita tidak siap menerimanya. Begitu
juga sebaliknya, saat sedang dipikirkan dan digali, seringkali ide bisnis tidak datang-datang,
bahkan sampai pikiran buntu pun, ide bisnis tidak terlintas sama sekali. Namun demikian, bukan
berarti ide bisnis tidak bisa dipancing keluar.

Beberapa langkah berikut ini, mudah-mudahan dapat membantu Anda untuk menemukan ide
bisnis yang sesuai dengan karakter dan kesenangan Anda. Bagaimana pun, berbisnis yang
sesuai dengan karakter Anda akan lebih menyenangkan, dibandingkan dengan berbisnis karena
keterpaksaan.

Belajar dari yang gagal. Tidak ada salahnya belajar bisnis dari yang gagal. Mengapa ? karena
ada kemungkinan kita bisa memulainya dengan kesuksesan. Kegagalan bisnis yang dilakukan
orang lain, merupakan pelajaran penting bagi Anda untuk mengoreksi jalan yang salah menjadi
benar dan lebih baik lagi. Namun demikian, belajar dari yang sukses pun sangat dianjurkan,
karena dengan demikian Anda telah belajar memulai sistem yang sudah terbukti berhasil.

Baca informasi terbaru. Pada saat ini cukup banyak buku-buku yang diterbitkan mengenai
kewirausahaan dan peluang usaha, sehingga Anda dengan leluasa bisa memilih, bisnis apa yang
sesuai dengan Anda. Bahkan tabloid Peluang Usaha, yang secara rutin menyajikan informasi-
informasi mengenai peluang bisnis bisa menyegarkan pikiran Anda untuk menggali ide-ide bisnis
yang lebih segar dan lebih besar.

Menemukan ide usaha. Dari informasi tersebut akan akan memperoleh banyak ide bisnis.
Misalnya : melayani kebutuhan, menjual eceran, menjual penemuan, duplikasi usaha, menjual
ketrampilan, usaha pelatihan, usaha keagenan, barang koleksi, buka kantor konsultan, bisnis
MLM, membeli waralaba, membeli usaha prospektif, membeli usaha yang bangkrut, membuka
kios, atau pun usaha bersama.


Tentu saja, persoalannya tidak berhenti sampai di situ, karena setelah seorang wirausahawan
bisa menangkap ide bisnis sebagai peluang bisnis yang bisa menghasilkan uang, maka ia harus
bisa memperhitungkan berbagai aspek untung-rugi jika ide bisnis tersebut dijalankan. Termasuk
resiko gagal – kemungkinan terburuk yang terjadi.

Setidaknya, ada dua perspektif yang harus diperhatikan jika menangkap ide bisnis. Pertama,
informasi yang berhasil dihimpun mengenai bisnis tersebut harus lengkap dan akurat. Lebih
bagus lagi, apabila akurasinya sangat tepat, karena data dan informasi yang diperoleh sangat
lengkap dan up to date. Hal ini penting, untuk meminimalisasi resiko gagal.

Kedua, proses pengambilan yang cepat, tidak berarti keputusan yang terburu-buru, tetapi harus
dicermati dengan pola pemikiran yang terbuka dan positif, dan juga perencanaan yang matang,
dengan demikian pengambilan keputusan yang diambil pun bisa lebih sistematis dan terukur.

Selamat datang menjadi wirausahawan baru.

BUSSINESS WISDOM : Anda dapat menggiring seekor kuda ke tempat air, tetapi Anda tidak
dapat membuatnya minum. Tugas Anda, sebagai seorang pebisnis, adalah membuatnya haus.
Itulah sebabnya Peter F Drucker mengatakan, “business is create a costumer”. Bisnis bukan
semata-mata berusaha bagaimana membuat produk, akan tetapi bagaimana menciptakan
pelanggan. (Indra Ismawan, penulis buku Easy Way To Build Your Own Business).

15 KIAT MENDAPATKAN PENGHASILAN EKSTRA

Anda orang kantoran dengan single income? Sudah nggak zamannya lagi. Ternyata di sekeliling
Anda bertaburan peluang penghasilan ekstra.

Satu fakta besar, hampir semua pekerja pegawai kantoran (swasta maupun pegawai negeri) di
level menengah ke bawah, mengeluhkan lamban dan kecilnya tingkat kenaikan gaji. Bahkan
posisi-posisi tertentu begitu kejamnya, tanpa kenaikan gaji. Perusahaan selalu mengisi posisi
tersebut dengan orang-orang baru, yang digaji dengan standart yang sama, dari tahun ke tahun.
Siapa yang salah?

Tidak perlu saling tuding. Itu tidak produktif. Bagusan otak dipakai untuk mencari bisnis
sampingan, supaya ada penghasilan ekstra. Siapa tahu, bisnis sampingan bisa jadi andalan jika
ada gelombang PHK? Beruntung sekali, pekerja kantoran umumnya berhak libur hari Sabtu dan
Minggu. Inilah waktu-waktu emas bagi pemburu extra money.

Diperlukan kemauan menggali potensi, unjuk diri, rajin cari informasi, sedikit keberanian menjual,
maka peluang dan kesempatan akan tumbuh bak jamur di musim hujan. Tidak percaya? Simak
15 tips berikut ini:

1. Modal Fisik

Punya wajah lumayan manis, suara merdu mendayu, rambut lurus atau kribo, bodi tubuh yang
oke, senyum menawan, semuany bisa menjadi modal. Umumnya dunia hiburan menyukai hal-hal
tersebut. Jika Anda mempunyai sesuatu yang khas, jangan sungkan sedikit membukanya kepada
khalayak. Ingat, dari Tessy sampai Ari Sihasale, semuanya punya keunikan dan penggemar
tersendiri. Sering-seringlah berada di tengah kerumunan orang, sedikit unjuk diri, dan bersiap-
siap ketangkap pencari bakat aja ...

2. Kenali Bakat

Jika modal fisik pas-pasan, jangan patah arang. Sadarilah, setiap orang pasti dibekali bakat.
Jangan remehkan bakat bicara, melucu, menjual, menyanyi, menari, keuletan, rasa ingin tahu,
pandai memperbaiki barang rusak, gudang ide, pandai berfantasi, dll. Galilah! Anda bakat bicara
dan melucu, bersiap-siaplah jadi MC di berbagai acara. Mulai saja dari tingkat RT, lalu ke
perusahaan-perusahaan. Honornya lumayan!

3. Bisniskan Hobi

Jangan anggap enteng hobi-hobi seperti puisi, mengarang, menggambar, melukis, memotret,
koleksi barang langka, koleksi buku, browsing internet, naik gunung, arung jeram, panjat tebing,
diskusi, dll. Jika bakat munculnya kala-kala saja, hobi biasanya ditekuni. Suka nulis, bersiaplah
jadi freelance copywriter di berbagai agen iklan atau media. Suka berpetualang, bersiaplah
menemani eksekutif-eksekutif yang kepengin refreshing. Senang dapat, duit dapat!

4. Standar Kualitas

Kemaslah bakat, hobi, atau kemampuan tersebut sehingga layak dijual. Asah sampai memenuhi
standar profesional. Jika Anda komersialkan tulisan, menulislah sesuai standar-standar yang
baku. Jika membisniskan wisata pertualangan, berikan jaminan keamanan, keselamatan,


kenyamanan, kemudahan, sistem rapi, standar tarif, dll. Konsumen atau klien suka paket-paket
penawaran yang praktis.

5. Standar Tarif

Anda harus tahu berapa tarif, fee, atau honor yang layak Anda terima. Caranya? Rajin-rajinlah
bertukar informasi dengan sesama freelancer. Kadang spekulasi besarnya fee bisa dipakai,
meski selalu berisiko. Jika gagal menegosiasikan jumlahnya, tawarkan barter (barang atau jasa).

6. Semua Profesi Oke

Apapun profesi atau pekerjaan tetap Anda, pasti ada yang bisa 'dikaryakan' di luar jam kerja
resmi. Anda sopir kantor, beri kursus nyetir. Anda PR dan bisa memotret, cari orderan di pesta
perkawinan yang membludak tiap Sabtu-Minggu. Anda sekretaris, terima ketikan skripsi atau jadi
transkriptor. Dengan keahlian dan standar kualitas tertentu, apes-apesnya Anda bisa jadi
konsultan.

7. Promosikan Langsung

Sebagus apapun kemampuan dan bakat, jika orang tidak tahu, tidak bakal ada order. Maka
hukumnya super wajib, promosikan secara langsung. Beritahu setiap teman dan kenalan, Anda
punya penawaran jasa atau produk tertentu. Friend, aku bisa bikin proposal, bikin taman, bikin
patung, bikin lukisan, ada order ..?!

8. Kartu Nama

Bukan sekedar kartu nama biasa, tapi kartu nama yang menginformasikan jasa atau produk yang
bisa Anda tawarkan (business card). Jangan ragu untuk punya 3-5 kartu bisnis, dan berikan
kepada siapa saja. Selalu beri lebih dari satu kartu nama. Yang ini buat you, yang satunya buat
sobat you ..! Kartu yang menarik pasti memancing orang bertanya. Sangat efektif untuk menarik
perhatian orang yang baru dikenal. Jika mereka bertanya, silakan prospek ...

9. Mintalah Referensi

Kadang teman atau kolega lagi tidak butuh penawaran Anda. Tapi ingat, mereka juga punya
relasi. Maka jangan rikuh untuk meminta referensi. Friend, di kantor ada yang butuh dibantuin
bikin pidato atau nulis makalah? Kasih tau aku ya ...

10. Menu Bicara

Proyek-proyek atau bisnis sampingan harus digali dan ditemukan. Setiap kali bertemu teman,
kenalan baru, atasan, kolega bisnis, selalu sempatkan bertanya, Ada BS (Bisnis Sampingan)
ndak?. Apa yang bisa diobyekin nih? Jadikan pertanyaan ini sebagai menu pembuka atau
penutup setiap ketemu relasi. Pembicaraan akan lebih bergairah, peluang pun bakal sering
mampir.

11. Dewa Penolong

Di balik setiap keluhan dan problem, pasti ada peluang bisnis. Maka, jadilah pendengar yang
baik, sekaligus dewa penolong. Waduh, komputerku kok lambat banget ya ... keluh bos Anda.
Ingat, banyak orang yang takut ketipu dan tidak mau repot. Mereka andalkan orang yang dikenal
baik. Jika punya teman yang trampil, rekomendaikan namanya. Jika Anda sendiri mampu; Bos ...
kayaknya 30% onderdilnya perlu diganti deh. Biar saya aja yang servis ... biayanya segini!


12. Broker Proyek

Bagi penggemar bisnis sampingan, setiap waktu proyek berseliweran di depan hidung. Semisal
ada proyek di luar ketrampilan yang Anda miliki, jangan pernah lepas begitu saja. Saya bisa
bantu, beri waktu sehari ... Ini jawaban yang paling pakem. DILARANG KERAS MENOLAK
PROYEK. Inilah hukum besi pemburu extra money. Tugas Anda hanya mencari relasi yang bisa
memenuhi kebutuhan itu, dan meminta komisi proyek 15%.

13. Kolektor Kartu Nama

Di setiap kartu nama yang Anda peroleh dari siapapun, tercantum sekurang-kurangnya satu
potensi bisnis sampingan. Agen asuransi, distributor MLM, agen kartu kredit, adalah pengoleksi
kartu nama terbaik di jagad penjualan. Koleksi ini akan jadi sumber ide, inspirasi, relasi, dan
peluang bisnis yang kaya. Maka, Anda wajib meminta kartu nama setiap orang yang Anda temui.
Tidak boleh malu!

14. Anti Sendirian

Sawah ladang bisnis sampingan adalah kerumunan orang banyak. Jadi, jangan lewatkan
undangan pernikahan, selamatan, diskusi, seminar, rapat akbar, kampanye, kursus, lokakarya,
konferensi, lomba maraton, pameran-pameran, baik yang gratis maupun yang bayar. Inilah
tambang emas para fotografer freelance.

15. Lakukan Sekarang Juga!

Tidak ada alasan menunda, Anda harus mencoba. Mulai detik ini, milikilah keberanian menjual
ide, gagasan, mimpi, kemampuan, ketrampilan, dan pengalaman Anda. Awalnya berjalanlah
dengan prinsip iseng-iseng berhadiah. Nothing to lose! Jika penghasilan ekstra mulai mengalir,
Anda akan temukan suatu kegairahan baru yang tiada tara. (ed)

STRATEGI MELAKUKAN INVESTASI

Ada banyak cara melakukan investasi. Tapi sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan:

1. Pahami Kondisi Keuangan

Sebelum melakukan investasi, Anda harus benar-benar memahami kondisi keuangan pribadi.
Bukan hanya kondisi keuangan saat ini, tapi juga kondisi keuangan, sumber penghasilan, jumlah
tanggungan, dan gaya hidup Anda di masa depan. Kalkulasikan secermat mungkin, hingga Anda
dapat menentukan besarnya dana yang bisa diinvestasikan.

2. Tujuan Investasi

Setelah mengetahui kondisi kocek pribadi, tentukan apa tujuan investasi Anda. Untuk
menggandakan dana, untuk jaminan hari tua, atau sekedar menyimpan uang agar aman. Untuk
tujuan hari tua, misalnya, investasi bisa diarahkan pada sebuah produk yang menghasilkan
tingkat pengembalian yang lumayan dalam jangkan panjang, seperti dana pensiun atau deposito.

3. Sisa Waktu yang Dimiliki

Bila sudah menentukan tujuan investasi, Anda perlu memperhitungkan berapa lama investasi
tersebut berjalan. Hal ini tentu harus disesuaikan dengan usia Anda saat ini. Jika sisa waktu
terbatas, sebaiknya Anda memilih produk investasi yang lebih agresif.

4. Tingkat Risiko

Setiap jenis investasi mengandung risiko. Tapi hal itu sangat tergantung dari sisi mana Anda
melihatnya, karena setiap orang mempunyai pandangan berbeda terhadap sebuah masalah.
Oleh sebab itu, yakinkan Anda mengetahui batas-batas kemampuan diri.

Setelah memahami dan yakin akan itu semua, barulah Anda bisa menentukan sarana dan cara
investasi yang tepat. (*)

12 LANGKAH MEMULAI USAHA

Berniat membuka usaha sendiri, tapi bingung harus mulai darimana? Memang tak mudah untuk
memulai usaha, tapi jika Anda bisa menjawab pertanyaan berikut, berarti Anda siap memulainya:

 1. Apakah bidang usaha yang akan digeluti itu cukup potensial? Bagaimana prospeknya?

 2. Seberapa ketat persaingannya? Siapa kira-kira yang akan menjadi pesaing usaha tersebut?

 Bagaimana cara menghadapinya?

 3. Apa target usaha tersebut? Bagaimana mencapainya?

 4. Dari segi hukum, apa yang perlu disiapkan? Apa saja penghalangnya?

 5. Apa nama usaha (perusahaan) itu?

 6. Berapa dana yang dibutuhkan? Bagaimana memenuhinya?

 7. Dimana usaha tersebut akan dijalankan? Apakah sudah mempersiapkan kantornya?

 8. Sarana atau peralatan apa yang dibutuhkan? Bagaimana mendapatkannya?

 9. Apa tersedia asuransi yang memadai?

 10. Apakah Anda sudah memiliki supplier atau pemasok bahan baku?

 11. Sistem manajemen seperti apa yang akan diterapkan?

 Siapa yang akan menjalankan operasional usaha sehari-hari?

 Berapa karyawan yang dibutuhkan?

 12.Bagaimana sistem pemasaran dan distribusi produk atau jasa yang akan dihasilkan?

 Bagaimana agar masyarakat mengenal produk atau jasa yang akan dipasarkan?

Bila tidak bisa menjawab semua pertanyaan itu, maka sebaiknya Anda mengkaji ulang niat
membuka usaha sendiri, sampai benar-benar siap. (*)

14 RAHASIA BUKA USAHA

Dalam sebuah seminar kewirausahaan terbeber fakta, betapa banyak orang ingin berhenti jadi
karyawan, dan kemudian mulai buka usaha sendiri. Ada yang sudah siap dengan modal plus
perencanaan yang njlimet. Ada yang baru berbekal dengan gagasan semata. Namun ada pula
yang punya banyak uang, tapi bingung mau diapain. Masih banyak yang blank (bingung). Tak
tahu bagaimana dan dari mana harus memulai.

Banyak usahawan sukses karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha. Berikut 14
rahasianya yang umumnya mereka pakai. Namun tidak ada jaminan Anda akan berhasil dengan
cara-cara berikut. Meski begitu, kini Anda punya banyak alternatif. Anda pun bisa mencuri
inspirasi dari masing-masing cara itu.

1.Penuhi Kebutuhan Konsumen

Ini merupakan cara buka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan layanan
katering, buka usaha katering. Jika warga di sekitar rumah anda membutuhkan jasa binatu,
wartel, warnet, rental komputer, kursus, dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka tadi. Kuncinya,
kenali kebutuhan konsumen. Lalu penuhi dengan harga, kualitas produk dan pelayanan yang
lebih baik. Usaha berdasarkan kebutuhan konsumen yang nyata adalah hal prinsip dari semua
jenis usaha.

2.Jual Keunikan

Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil Anda kreasikan.
Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru.
Jika berhasil menciptakan program komputer baru misalnya, jangan ragu mematenkan dan
menjualnya. Penemuan baru --apalagi khas dan unik-- sangat berpeluang menembus pasar.

3.Duplikasi Usaha Lain

Bagi mereka yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang. Terkadang ide
usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda hanya perlu membaca peluang,
mengukur potensi, dan berani mengambil risiko. Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi
laris. Apa salahnya menyainginya di tempat yang sama? Anda cukup memfotokopi usaha itu,
plus memberi sedikit nilai lebih (harga, pelayanan, kecepatan, keramahan). Siaplah bersaing!

4.Beri Fasilitas Tambahan

Mirip cara sebelumnya, namun perlu sedikit sentuhan kreatifitas. Misalnya tetangga Anda
membuka penyewaan Play Station. Anda masih bisa menyainginya dengan tambahan fasilitas
atau memperluas penawaran (bar, warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama.
Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun
siap bersaing dengan yang lebih dulu ada.

5.Jual Ketrampilan

Jeli mengenali bakat orang? Itu pun awal bisnis yang menantang. Banyak orang berbakat yang --
jika dikembangkan dan diberi tempat-- bisa dijual lebih mahal. Tempat-tempat seperti restoran,
toko-toko, salon, kursus, servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3
pemangkas rambut berbakat dari salom-salom kecil. Sewakan tempat yang bagus, lengkapi
dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik dengan sistem pelayanan yang sempurna. Anda
pun sudah memiliki sebuah usaha pemangkas rambut yang eksklusif.


6.Jadi Agen

Mirip dengan sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro yang menyediakan
jasa atau layanan spesifik. Misalnya agen modeling, foto model, penyanyi berbakat, head hunter,
pengisi acara hiburan, biro jodoh, baby sister, dll. Untuk usaha ini, Anda perlu pengalaman dan
relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri atau mempekerjakan orang-orang berbakat di dalamnya.

7.Jual Barang Second

Masih sedikit yang peka dengan usaha ini. Barang second dengan nilai historis tertentu bisa
punya harga tinggi. Anda bisa memburu barang-barang bermerk asli yang sudah tidak dipakai
lagi. Anda bisa menjualnya di tempat lain dan dengan harga spesial. Banyak ekspatriat,
selebritis, pengusaha, sampai jenderal yang punya selera berpakaian dan beraksesoris mahal di
negeri ini. Anda tidak akan kekurangan barang.

8.Buka Kantor

Semisal Anda berlatar belakang profesi seperti dokter, akuntan, pengacara, notaris, desainer,
trainer, ataupun konsultan. Jika sekarang masih jadi 'pekerja' di perusahaan orang, siap-siaplah
merintis buka kantor sendiri. Kurang modal dan SDM? Ajak kolega atau teman seprofesi untuk
patungan modal. Juallah skill dan pengalaman Anda. Jika reputasi bagus, relasi banyak, jangan
kuatir kekurangan klien.

9.Jalankan DS/MLM

Bisnis ini prospektif, walau belum banyak dipilih menjadi alternatif. Direct Selling dan Multi-Level
Marketing sering disebut personal franchise. Modalnya murah meriah, namun sudah didukung
produk yang bagus, sistem pemasaran, pelatihan, dan jenjang karier. Sebagian perusahaan
memberi kesempatan member mendirikan perseroan sendiri (authorized distributor) atau stockist.
Namun waspadalah! Hindari bisnis skema piramid atau money game yang berkedok MLM.

10.Beli Waralaba

Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot pikirkan usaha yang sama sekali baru, beli
waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan jenis usaha yang relatif
terstandarisasi. Butuh kejelian membaca waralaba mana yang bagus. Berikut kemampuan
membaca potensi pasarnya. Kini makin banyak pilihan waralaba, yang butuh modal besar atau
sedang-sedang saja.

11.Beli Usaha Prospektif

Ada pula usaha tertentu punya keunikan dan SDM bagus. Prospek ke depannya pun cerah.
Sayang untuk berkembang lebih jauh, usaha itu tidak punya modal lebih. Jika modal Anda cukup
besar, dan menurut kalkulasi usaha itu bisa dikembangkan lebih pesat lagi, Anda bisa
membelinya. Cara ini relatif lebih mahal, tetapi lumayan disukai investor tulen.

12.Beli Usaha Sekarat

Banyak usaha sekarat, bukan karena tidak ada prospek. Namun semata-mata karena
manajemennya ambaradul. Jika Anda cukup jeli memetakan prospek ke depannya dan cukup
pengalaman merekayasa ulang usaha, maka inilah peluang menarik. Usaha seperti ini bisa Anda
beli dengan harga relatif murah. Kadang malah seperti harga 'grosir'. Namun ingat, biaya
pemolesannya harus Anda kontrol.


13.Buka Lokasi

Beberapa usaha cepat sekali berkembang karena faktor lokasi. Semisal, ada pembangunan
perumahan mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku, umumnya perekonomian di situ
akan cepat berkembang. Fasilitas pendukung akan makin banyak dibutuhkan. Nah, layani warga
setempat dengan produk atau jasa yang sangat mereka butuhkan. Jangan lupa, pilihlah lokasi
yang paling strategis di sana.

14.Usaha Bersama

Kadang usaha tertentu bisa lebih bagus jika didirikan dan dikelola bersama-sama. Semisal Anda
kuper, tapi jago masak masakan asing. Sementara teman dekat Anda jago melobi dan punya
relasi luas. Bisa saja Anda bersama-sama buka usaha restoran. Kelebihan masing-masing bisa
saling memperkuat usaha baru, sekaligus memperbesar basis modalnya. (ed)

10 LANGKAH MENJADI PENGUSAHA

Banyak orang berniat dan berminat menjadi pengusaha namun hanya sedikit yang sukses
mewujudkannya. Dalam hal ini, modal utama yang harus dimiliki adalah kemauan. Pepatah yang
mengatakan ‘Dimana ada kemauan disitu ada jalan’ memang selalu benar adanya. Namun
kemauan itu perlu didukung faktor lain yang akan menunjang sebuah kesuksesan.

Maka, jika Anda ingin menjadi pengusaha, telusurilah jalan untuk menjadi pengusaha yang
terbaik. Berikut sepuluh langkah menjadi sosok entrepreneur yang berhasil:

1.Mulailah dari mimpi dan imajinasi

Sebelum manusia bisa sampai di bulan, tak pernah ada yang berpikir bahwa itu adalah sebuah
kenyataan. Ide mendarat di bulan pada awalnya adalah sebuah mimpi indah yang tak akan
pernah terwujud. Namun seseorang telah membuktikannya bahwa mimpi itu bisa diwujudkan.
Ingat, semua bermula dari sebuah mimpi plus keyakinan. Jika Anda berniat memasarkan sebuah
produk, jangan cuma niat terus, yakinlah akan produk yang akan Anda tawarkan. Hanya seorang
pemimpi yang mampu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk, cara
pelayanan, jasa, ataupun ide lah yang bisa sukses. Mereka tidak mengenal batas dan
kerterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun ‘tidak mungkin’.

2.Mencintai produk atau servis yang ditawarkan

Kecintaan akan produk akan memberikan sebuah keyakinan kepada pelanggan Anda dan
membuat kerja keras terasa ringan. Ini membuat Anda mampu melewati masa-masa sulit. Setiap
awal usaha selalu banyak halangan ataupun kesulitan yang bertubi tubi, kecintaan akan produk
Anda akan membuat Anda bekerja keras dengan senang hati.

3.Antusiasme dan keuletan

Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan Anda akan menjadi tulang
punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru. Sikap malas dan ogah-ogahan hanya akan
membuat Anda tertinggal.

4.Pelajari dasar-dasar bisnis

Pengetahuan adalah kunci keberhasilan. Tidak akan ada sukses tanpa sebuah pengetahuan.
Dasar bisnis yang baik adalah belajar sambil bekerja. Bekerja dengan orang lain dulu sebelum
Anda menjadi pebisnis akan membantu Anda menyerap pengalaman dan siap untuk sukses.
Anda juga bisa mencari guru yang baik untuk perkembangan Anda.

5.Berani mengambil resiko

Ini adalah kunci awal dalam dunia wirausaha, karena hasil yang mungkin dicapai akan
proporsional terhadap resiko yang diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan baik akan
lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil.

6.Mencari masukan dan nasehat tanpa mengabaikan kata hati

Entrepreneur selalu mencari nasehat, saran dan kritik dari berbagai pihak tapi keputusan akhir
selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan ‘indera ke enamnya’.


7.Lakukan komunikasi dengan baik

Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci sukses. Dan kemampuan
untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu
mengembangkan usaha pada fase itu.

8.Kerja keras

Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerja keras. Pada saat tidurpun otaknya bekerja dan
berpikir akan peluang bisnis yang baik. Dalam keseharian, mereka tak kenal lelah dan putus asa.

9.Menjalin relasi

Tak ada seorang pebisnis pun yang mampu berjalan sendiri. Peran teman, rekan, mitra, dan klien
sangat mempengaruhi perkembangan suatu bisnis. Merekalah yang akan memberi masukan,
kritik, dan membantu di masa-masa sulit. Maka seorang pebisnis dituntut pandai bergaul untuk
menjalin relasi bisnis seluas-luasnya.

10.Berani menghadapi kegagalan

Kegagalan merupakan awal dari keberhasilan dan menguatkan intuisi serta kemampuan Anda
dalam berwirausaha, selama kegagalan itu tidaklah ‘mematikan’. Setiap usaha selalu mempunyai
resiko kegagalan dan bilamana sampai itu terjadi, bersiaplah dan kuatkan diri untuk bangkit lagi!

Satu hal lagi yang tak boleh Anda lupakan yaitu, jangan mengulur-ulur waktu. Jika Anda telah
siap, lakukanlah sekarang juga! Semakin lama Anda menunda maka Anda akan semakin banyak
kehilangan peluang dan kesempatan untuk sukses.